JAKARTA - Harga buyback emas Antam pada Rabu, 28 Januari 2026, tercatat naik menjadi Rp2.799.000 per gram. Kenaikan ini sebesar Rp50.000 dibandingkan posisi sebelumnya, menandakan tren positif bagi penjual emas.
Bagi pemilik emas Antam ukuran 10 gram, nilai buyback yang diterima sedikit lebih rendah. Meskipun harga jual emas mencapai Rp27.990.000, pemotongan pajak penghasilan sebesar Rp419.850 dan materai Rp10.000 membuat total yang diterima menjadi Rp27,56 juta.
Harga buyback menunjukkan jumlah yang akan diterima konsumen saat menjual kembali emas batangan ke produsen resmi. Nilainya biasanya mengikuti fluktuasi harga emas global dan kurs rupiah terhadap dolar Amerika.
Harga Emas Batangan Berdasarkan Ukuran
Untuk emas Antam ukuran 1 gram, harga jual saat ini adalah Rp2.968.000. Setelah dikenai pajak penghasilan 0,25 persen, harga akhir menjadi Rp2.975.420.
Emas ukuran terkecil 0,5 gram dipatok Rp1.534.000 sebelum pajak. Setelah pajak, harganya naik sedikit menjadi Rp1.537.835, tetap menarik bagi investor pemula.
Sementara itu, emas ukuran 10 gram dijual seharga Rp29.175.000. Harga setelah pajak mencapai Rp29.247.938, yang menunjukkan sedikit kenaikan dari harga dasar.
Untuk ukuran besar, emas batangan 100 gram dipasarkan dengan harga dasar Rp291.012.000. Setelah pajak, harga final mencapai Rp291.739.530, menunjukkan stabilitas untuk pembelian skala besar.
Harga emas 1.000 gram atau satu kilogram dibanderol Rp2.908.600.000. Total harga setelah pajak menjadi Rp2.915.871.500, memperlihatkan tren harga yang relatif stabil untuk emas batangan jumbo.
Dampak Kenaikan Harga Buyback bagi Penjual
Kenaikan harga buyback memberi keuntungan tambahan bagi investor yang ingin melepas emas. Setiap gram yang dijual sekarang menghasilkan lebih banyak rupiah dibandingkan pekan sebelumnya.
Namun, pemilik emas tetap harus memperhitungkan pajak dan biaya materai. Hal ini penting agar perhitungan nilai yang diterima tetap akurat dan tidak mengejutkan saat transaksi.
Selain itu, pergerakan harga buyback juga bisa menjadi indikator tren pasar emas. Investor dapat memanfaatkan informasi ini untuk menentukan waktu terbaik menjual atau membeli emas batangan.
Strategi Investasi Menghadapi Fluktuasi Harga Emas
Investor yang baru masuk ke pasar emas disarankan memantau harga buyback harian. Hal ini membantu meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan dari penjualan emas batangan.
Selain itu, diversifikasi ukuran emas yang dibeli bisa menjadi strategi cerdas. Ukuran kecil cocok untuk likuiditas cepat, sementara ukuran besar cocok untuk investasi jangka panjang.
Konsumen yang sering melakukan transaksi emas juga dianjurkan mempelajari pajak penghasilan yang berlaku. Dengan memahami aturan ini, investor bisa menghitung nilai bersih yang akan diterima dengan tepat.
Fluktuasi harga emas global menjadi faktor utama perubahan harga buyback. Ketika nilai dolar menguat, harga emas cenderung menyesuaikan, sehingga investor harus selalu siap dengan kondisi pasar terkini.
Selain itu, nilai tukar rupiah memengaruhi harga emas domestik. Kenaikan atau penurunan rupiah terhadap dolar dapat langsung tercermin pada harga jual dan buyback emas Antam.
Investor yang cermat biasanya menunggu tren harga buyback naik sebelum menjual. Strategi ini memastikan keuntungan maksimal dari pergerakan pasar yang sedang berlangsung.
Selain strategi jual beli, investor juga perlu memperhatikan biaya tambahan seperti materai dan pajak penghasilan. Biaya ini meski kecil, tetap memengaruhi jumlah rupiah yang diterima saat transaksi emas.
Memahami perbedaan harga emas berdasarkan ukuran menjadi kunci untuk perencanaan investasi. Emas kecil lebih mudah dicairkan, sementara emas besar cocok untuk akumulasi nilai dalam jangka panjang.
Dengan informasi harga harian buyback dan harga emas batangan, investor bisa menyesuaikan strategi sesuai tujuan keuangan masing-masing. Keputusan yang tepat akan membantu mengoptimalkan nilai investasi emas.
Kesimpulannya, kenaikan harga buyback emas Antam hari ini menunjukkan peluang bagi investor untuk menjual emas dengan nilai lebih tinggi. Namun, perhitungan pajak dan biaya materai harus diperhitungkan agar keuntungan bersih optimal.
Pemantauan rutin harga emas dan buyback membantu investor membuat keputusan yang tepat. Dengan strategi yang cermat, emas tetap menjadi instrumen investasi yang aman dan menguntungkan di berbagai kondisi pasar.